Selasa, 05 Januari 2016

biokimia




KANKER



Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasikemoterapi, atau radiasi. Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.


Sistem Imun Surveillance


Sistem imun surveillance adalah suatu sistem imun yang dapat mengenali suatu sel tumor melalui ekspresi antigen permukaan sel yang berbeda yang terjadi akibat mutasi genetik atau infeksi virus.  Perkembangan dan pertumbuhan sel berlangsung di bawah pengawasan yang ketat. Pada orang dewasa, replikasi sel ini umumnya terjadi untuk mengganti sel-sel yang mati. Sel-sel baru yang normal ini akan menggantikan sel yang sudah mati tanpa mengganggu sel-sel tetangganya.
Kegagalan Sistem Imun Surveillance
Jika ada suatu sel yang bermutasi menjadi sel tumor namun luput dari sistem imun surveillance manusia, maka kontrol perkembangan dan pertumbuhan sel tersebut menjadi tidak terkendali. Jika lokasi sel tumor tersebut tetap dan perkembangan dan pertumbuhannya lambat serta tidak menyerang atau menginvasi sel tetangganya, maka dianggap sel tumor itu bersifat jinak. Sebaliknya jika sel tumor tersebut bertumbuh dengan cepat dan menginvasi sel tetangga, maka sel tumor tersebut dikatakan memiliki sifat ganas atau dikatakan sel kanker. Salah satu sifat sel kanker adalah sel tersebut tidak melekat pada sel tetangga, sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor induk dan bersirkulasi di bagian tubuh lain membentuk koloni baru yang juga bersifat ganas. Keadaan ini dinamakan metastasis.
Peranan Sistem Imun Manusia dalam Penyakit Kanker
Selain menghancurkan sel inang yang terinfeksi virus, sel limfosit T berperan dalam mengenali dan menghancurkan sel baru yang berpotensi menjadi sel tumor  sebelum mereka bereplikasi dan menyebar. Sistem pengenalan ini dinamakan sistem imun surveillance. Setiap hari sistem imun surveillance menghancurkan sel yang berpotensi menjadi sel tumor. Sel normal dapat berubah menjadi kanker jika terjadi mutasi pada gen yang mengatur pembelahan dan pertumbuhan sel tersebut. Mutasi ini dapat terjadi secara kebetulan atau akibat paparan karsinogenik seperti sinar radiasi, bahan kimia lingkungan tertentu, atau iritasi fisik. Selain itu sel kanker juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, sebagai contoh kanker serviks yang disebabkan human papilloma virus (HPV). Dengan kata lain saat sel abnormal mulai berkembang, sel kekebalan tubuh akan bergerak menghancurkannya. Pada orang berusia lanjut, orang yang mengalami stres ataupun keletihan kronis, serta yang kekebalan tubuhnya terganggu, keseimbangan antara sel kanker dan sel imun terganggu. Jika kekebalan tubuh melemah, sel kanker pun akan berkembang.

PENGOBATAN KANKER
Bila sel kanker tersebut dapat diketahui sejak dini yakni sebelum menyebar ke bagian tubuh yang lain, maka tindakan pembedahan dapat dilakukan untuk mengangkat sel tersebut. Namun jika sel kanker tersebut telah menyebar atau telah bermetastasis, maka tindakan pembedahan saja tidak cukup.  Pada keadaan ini, dibutuhkan obat yang dapat mengganggu proses pembelahan dan pertumbuhan dari sel yang bereplikasi dengan cepat. Obat ini dinamakan obat sitostatika. Obat sitostatika dapat menghancurkan sel ganas, namun dapat pula menghancurkan sel-sel normal yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang cepat, seperti sel darah, atau sel-sel pada saluran pencernaan.
SISTEM kekebalan tubuh manusia merupakan obat paling efektif dalam memberantas segala penyakit, termasuk penyakit mematikan seperti kanker. Bagaimana cara kerjanya? Seiring perkembangan zaman dan gaya hidup modern, kemungkinan orang terkena kanker dan tumor terus meningkat. Secara garis besar terdapat tiga metode pengobatan penyakit kanker, yaitu pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Penelitian mengenai ilmu pengobatan kanker terus dikembangkan dengan tujuan menghindari efek yang begitu besar terhadap penderita. Salah satu metode yang terus menjadi bahan perbincangan adalah bioterapi, pengobatan kanker menggunakan sel pembunuh alami (natural cell killer) atau sel NK. Sel ini tidak lain merupakan fungsi biologis dari kekebalan terhadap pembelahan sel.
Terapi ini diketahui sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan penyembuhan kanker. Selain itu, dapat pula dikombinasikan dengan metode penyembuhan lain tanpa menimbulkan efek samping. Sel NK menghancurkan sel yang terinfeksi dan sel kanker ketika sistem imun sel T dan B tetap termobilisasi. Terapi autologous sel NK adalah sebuah terapi yang terbukti dapat meningkatkan kekebalan tubuh penderita kanker terhadap sel-sel kanker. Pengaktifan kekebalan sel ini dapat mencegah penularan penyakit karena bakteri, virus, sekaligus akan menyerang sel-sel kanker dalam tubuh. Proses pengaktifan sistem kekebalan dalam tubuh pada umumnya adalah pengaktifan dari pada cytotoxic T lymphocytes (CTLs) dan sel NK. CTLs membunuh sel kanker lewat reaksi antigen-antibodi. Dalam studi vitro cytotoxicity dari sel NK 50.000 kali dari sel T.
 Sel NK merupakan fungsi biologis yang paling baik dalam membunuh sel kanker. Hal yang paling penting dalam fungsi sistem kekebalan biologis dengan membedakan self-antigen dengan nonself-antigen, yakni limfosit paling berperan. Sel NK mempunyai daya kekebalan atau antibodi yang kuat. Penggunaan sel ini berefek wajah dan tubuh menjadi segar dan bercahaya, selain itu dipercaya pula bersifat antipenuaan karena mampu membuat seseorang tampak lebih muda 10-20 tahun. Dengan begitu, sel NK merupakan sebuah metode yang sangat berguna bagi penyembuhan kanker. Pada dasarnya penyembuhan tersebut diambil dari sel tubuh pasien itu sendiri, tanpa ada efek samping. Sementara itu, waktu penyembuhan tergantung pada kondisi pasien itu sendiri. Metode itu dapat dilakukan satu minggu sekali selama dalam masa penyembuhan selama 6-8 kali. Selain itu, diperlukan pemeriksaan berkala selama tiga bulan. Proses terapi ini dapat diterapkan untuk penyembuhan, memperpanjang usia, dan meningkatkan kualitas hidup.

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, F., Andrijono., & Abdul, B, S. 2006. Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjdo
Chang, E. dkk. 2010. Patofisiologi Aplikasi pada Praktik Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Dongoes M. 1993.Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Diananda . 2009. Panduan Lengkap Mengenai Kanker . Yogyakarta: Mirza Media Pustaka.
Edianto, D. 2006. Kanker Serviks, Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi. Jakarta. : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Joni. 2012. Penatalaksanaan kanker serviks.thttp://kankerserviks.or.id/komplikasi-kanker-servik-kanker-leher-rahim/. Diunduh tanggal 9 September 2013.
Mardjikoen, P. 2007. Tumor Ganas Alat Genital. Dalam: Wiknjosastro, H. , Prawirohardjo, S.Ilmu Kandungan. Ed.2. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Price dan Wilson. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Tira, D.B 2008. Risiko Jumlah Perkawinan, Riwayat Abortus, dan Pemakaian Alat Kontrasepsi Hormonal Terhadap Kejadian Kanker Serviks di Rumah Sakit Pelamonia Makassar Tahun 2006  –2007. Jurnal MKM vol. 03 no. 01 juni 2008.
Nanda International. 2007. Diagnosis Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar